Saturday, July 12, 2008

bahagia

apa benar kita punya syarat agar bisa bahagia...?? harus punya ini dan itu dulu baru bisa bilang bahagia atau sebenarnya kita bisa saja bahagia dengan apa yang kita punya cuma kita sendiri yang bikin batasan2 agar kebahagiaan kita tertunda.
bingung sekali membaca dan memahaminya, sebenernya aku cuma sedang tidak bahagia karena satu kolega yang memang menyebalkan. Bagaimana mungkin seseorang bisa begitu menyebalkan, setiap saat. Tadinya aku pikir aku yang salah, tidak bisa menyesuaikan diri di tempat baru tapi pada kenyataannya bukan aku saja yang komplain soal tingkah dia yang menyebalkan. Seorang teman pernah bilang bahwa aku beruntung karena punya suami bule, punya pekerjaan, bisa ngomong bahasa belanda dalam waktu setaun, punya uang, punya keluarga yang tidak pernah menuntut apa2 dan penuh kasih sayang. Pada kenyataannya aku anggap teman tadi naif sekali dan hanya melihat dari permukaan. Pada kenyataannya pula punya suami bule bukanlah suatu keberuntungan, itu adalah takdir. Biarpun punya suami lokal kalo kelakuannya bener ya tetep aja kita beruntung, punya suami bule kalo kurang ajar ya sama aja njebot. Aku punya pekerjaan karena berkali kali nglamar kerja, menunggu, interview dan ditolakpun pernah sebelum akhirnya diterima. Aku bisa ngomong bahasa belanda lancar dalam setaun setelah belajar tiap hari, berlatih, dibela2in kursus sampe pulang jam 12 malem belom sepedaannya di kala winter lebih merana lagi. Aku punya uang karena aku kerja keras, nabung. Aku punya keluarga yang baik lagi2 itu takdir. Kalo sebanyak itu alasan yang diperlukan untuk merasa beruntung dan bahagia, kapan kita bisa benar2 bahagia. Padahal kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang, kebahagiaan bisa diciptakan..tinggal kitanya aja.

0 comments: